21 Desember 2022

Ada nuansa hening yang khas saat saya melangkah ke lorong hotel ini, sebuah bangunan di kawasan Pesanggrahan, Jakarta. Jalan berbatu yang tersusun rapi seolah mengarahkan langkah perlahan menuju pintu masuk, sementara dinding kaca besar di sisi kanan memantulkan bayangan pepohonan hijau di luar. Tanaman hias dalam pot yang berjejer memberikan sentuhan alami, seakan menyeimbangkan suasana modern dari gedung ini dengan kesegaran alam.

Cahaya dari luar masuk samar-samar, menembus atap dengan desain kisi-kisi yang unik. Dari kejauhan, terlihat lalu lintas kecil di jalan raya, kontras dengan ketenangan di lorong ini. Rasanya seperti berada di antara dua dunia: satu penuh kesibukan kota, satu lagi menawarkan keteduhan dan ruang untuk bernapas sejenak.

Lorong ini bukan sekadar jalur masuk. Ia membawa cerita—tentang tamu yang datang dengan koper penuh harapan liburan, atau mereka yang singgah sejenak di tengah perjalanan bisnis. Setiap langkah di atas batu-batu paving seakan mengundang imajinasi: apa yang menanti di balik pintu hotel? Kenyamanan kamar, aroma kopi dari lobi, atau sekadar senyum hangat staf yang menyambut dengan ramah?

Di sini, waktu terasa berjalan lebih lambat. Hotel ini bukan hanya tempat menginap, tapi ruang peralihan dari riuhnya Jakarta menuju momen tenang yang menenangkan jiwa.