19 Desember 2022, 10.51 WIB
Pagi itu saya singgah di Dunkin’ Donuts di Jl. Fatmawati, dan langsung disambut pemandangan yang membuat mata berbinar. Deretan donat berjejer rapi di balik kaca etalase, masing-masing tampil dengan pesona warnanya sendiri. Ada donat klasik dengan taburan gula halus, donat berlapis cokelat pekat yang menggoda, hingga kreasi ceria berwarna biru dan hijau terang yang membuat suasana seketika lebih hidup.
Cahaya lampu dari langit-langit menyoroti deretan donat itu, membuat glaze mengilap seperti permata manis. Barisan label kecil dengan nama unik — Honey Dipped, Strawberry, Mint, Cookies ‘n Cream — seolah mengajak setiap pengunjung untuk berpetualang rasa. Saya bisa membayangkan aroma roti panggang lembut bercampur dengan wangi khas gula dan cokelat yang memenuhi udara, menambah rasa lapar bahkan sebelum gigitan pertama.
Di atas etalase, jajaran camilan dalam kemasan juga menambah semarak suasana: popcorn dengan berbagai rasa, stik cokelat, hingga camilan gurih untuk penyeimbang. Kombinasi ini membuat toko terasa lengkap, seakan menjadi surga kecil bagi pecinta kudapan manis maupun asin.
Ada kehangatan tersendiri saat berada di Dunkin’ Donuts Fatmawati ini. Tempatnya modern namun tetap menghadirkan nuansa klasik dari brand yang sudah menemani banyak orang sejak lama. Saya bisa membayangkan pelanggan datang silih berganti — dari pekerja kantoran yang mencari camilan pagi, hingga keluarga yang sekadar ingin duduk santai menikmati donat dan secangkir kopi.
Memandangi etalase penuh warna itu, rasanya sulit menahan diri untuk tidak membawa pulang sekotak donat dengan berbagai rasa. Karena di sini, setiap donat bukan hanya sekadar makanan, tapi potongan kecil kebahagiaan yang bisa dinikmati kapan saja.
0 Comments