Bogor, 29 Mei 2025 



Bogor, 29 Mei 2025

Hujan deras mengguyur sore ini, datang tanpa permisi, membasahi jalanan dan membungkam langit yang kelabu. Outlet tempatku bekerja belum sepenuhnya tutup, namun hujan seakan lebih dulu menandai akhir hari. Tanggal merah hari ini membuat kami bersiap pulang lebih awal. Tapi aku tak langsung pulang, ada janji yang menunggu.

Sore itu kami berencana berkumpul, aku dan rekan-rekan satu area. Tempatnya cukup lumayan, sebuah kedai kopi bernama Newbiq Coffee, tersembunyi di sudut kota yang sepi. Langit yang sendu dan rintik hujan yang turun makin deras membuat langkahku ragu. Kami ingin segera berangkat, tapi hujan menahan kami di ambang pintu. Akhirnya, tanpa menunggu lebih lama, aku mengenakan jas hujan dan melangkah pergi, menantang gerimis yang menderas.

Sesampainya di sana, sebagian besar sudah hadir. Tinggal aku dan seorang rekan yang baru tiba, masih menyeka air dari lengan jaket. Meja panjang itu sudah penuh oleh obrolan hangat dan piring-piring yang hampir kosong. Aku menyusul dengan menu kesukaanku, rice bowl hangat yang tiba beberapa menit setelahku. Sederhana, tapi menghangatkan.



Kami duduk bersama, berjejal namun nyaman. Tak ada yang terburu-buru. Di luar, hujan belum juga reda, tapi di dalam sini, waktu seperti berhenti. Gelas-gelas minum mulai kosong, tapi percakapan tak kunjung habis. Tawa, canda, dan sesekali diam yang menyenangkan mengisi ruang. Sore itu, di tengah hujan yang setia menemani, kami larut dalam kebersamaan yang diam-diam kurindukan lebih dari yang kusadari.